Ketua BEM PTNU Menanggapi Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Jakarta, BEM PTNU News- Ketua BEM PTNU Se-Nusantara, Muhammad Ikhsanurrizqi mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang dirasakan rakyat kecil di lapangan.

Ia menilai, meskipun masyarakat desa tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar, dampak melemahnya rupiah tetap dirasakan melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, pupuk, BBM, hingga biaya distribusi barang yang terus meningkat.

“Rakyat kecil memang tidak memegang dolar, tetapi mereka merasakan langsung dampaknya ketika harga sembako naik dan biaya hidup semakin berat,” tegas Ikhsan.

Ikhsan mengatakan bahwa pemerintah perlu lebih berhati-hati dalam menyampaikan narasi kepada publik, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang menjadi perhatian masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pernyataan pejabat negara seharusnya mampu memberikan rasa tenang sekaligus solusi nyata, bukan menimbulkan kesan mengabaikan keresahan rakyat.

Menurutnya, masyarakat desa saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang nyata. Mulai dari petani yang mengeluhkan mahalnya pupuk hingga pelaku UMKM yang terdampak naiknya harga bahan baku.

“Persoalan ekonomi tidak bisa dilihat hanya dari transaksi dolar semata. Ketika rupiah melemah, efeknya merambat ke berbagai sektor dan ujung-ujungnya rakyat kecil yang paling merasakan,” tambahnya.

BEM PTNU Se-Nusantara juga mendorong pemerintah untuk fokus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat bawah melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok, perlindungan sektor pertanian, dan penguatan ekonomi desa.

“Mahasiswa akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan tidak melupakan kondisi masyarakat kecil di tengah dinamika ekonomi nasional,” imbuhnya.

Editor: Nurul Faizah

Publisher: Ahmad Rifa’i

Lembaga Media, Teknologi, Riset, dan Komunikasi Publik BEM PTNU Se-Nusantara