Jakarta – BEMPTNUNEWS.com Sobat muda, tahu gak sih kalau Mahkamah Konstitusi (MK) baru-baru ini bikin gebrakan dengan putusan yang pisahin Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal? Nah, Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara langsung angkat suara. Mereka bilang: “Ini keputusan yang nyeleneh dan berpotensi ngacak-ngacak keadilan elektoral di negeri ini.”
Arip Muztabasani, Seketaris nasional BEM PTNU se – Nusantara, tegas bilang bahwa keputusan ini bukan cuma kontroversial—tapi bisa nabrak semangat demokrasi yang diamanatkan UUD 1945, khususnya Pasal 22E. Intinya, keputusan ini bisa bikin pemilu jadi makin ribet dan gak adil bagi rakyat.
Pemilu Dipisah? Sistem Presidensial Bisa Ambyar!
Menurut Arip, pemilu yang gak lagi serentak justru bikin sistem presidensial Indonesia makin lemah. Dia ngingetin bahwa MK sebelumnya udah pernah bilang lewat Putusan Nomor 55/PUU-XVII/2019 bahwa pemilu serentak penting buat jaga keseimbangan antara eksekutif dan legislatif.
“Kalau pusat dan daerah beda frekuensi karena jadwalnya beda, bisa-bisa saling gak nyambung. Ini nabrak prinsip checks and balances,” jelas Arip.
Tiga Masalah Besar dari Pemilu Terpisah
BEM PTNU nyorotin ada tiga prinsip demokrasi yang terancam banget kalau pemilu gak lagi digelar serentak:
- Efisiensi Pemerintahan
Pemilu yang terpisah = anggaran makin membengkak + rakyat makin capek politik. Gak sesuai UU Pemilu. - Persamaan Hak Pilih
Jadwal beda = momentum politik rakyat gak setara. Ada yang milih sekarang, ada yang nanti. Jadi timpang. - Kepastian Hukum
MK kayak lupa dengan putusan lamanya sendiri. Inkonsisten dong!
Empat Seruan Penting dari Mahasiswa NU
BEM PTNU ngasih empat tuntutan buat jaga demokrasi kita tetap waras:
- DPR & Pemerintah harus nunda pelaksanaan putusan sampai ada kajian hukum-fiskal yang matang.
- KPU jangan gegabah nyusun skema baru tanpa dasar hukum transisi yang jelas.
- MK harus kasih ruang buat uji ulang (kalau bisa) lewat mekanisme Peninjauan Kembali.
- MK juga wajib terbuka dan jelasin ke publik kenapa mereka ambil keputusan ini.
Demokrasi Itu Bukan Sekadar Urusan Administrasi
“Jangan jadikan demokrasi kayak ngurusin berkas doang. Ini soal keadilan, efisiensi sistem, dan hak rakyat buat milih secara utuh dan adil,” tegas Arip.
Buat BEM PTNU, menjaga demokrasi bukan kerjaan lima tahunan. Ini komitmen terus-menerus dari generasi muda yang peduli masa depan bangsa.










Leave a Reply