BEM PTNU Apresiasi Pidato Presiden Prabowo di PBB, Sampaikan Dukungan dan Catatan Kritis

Achmad Baha'ur Rifqi, Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara.

Jakarta, BEM PTNU News- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas pidato kenegaraan yang disampaikan dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam pernyataannya, BEM PTNU menilai pidato tersebut berhasil menegaskan posisi Indonesia di panggung internasional sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian, kedaulatan, dan keadilan global. Mereka memandang pesan yang disampaikan Presiden Prabowo merepresentasikan suara rakyat Indonesia dengan mengedepankan nilai kemanusiaan serta semangat persatuan bangsa.

“Sebagai mahasiswa Nahdlatul Ulama, kami mendukung langkah Presiden yang berani menyuarakan kepentingan bangsa di forum dunia. Hal ini sejalan dengan prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah yang selalu mengedepankan kemaslahatan, perdamaian, dan keadilan,” ujar Presidium Nasional BEM PTNU, Achmad Baha’ur Rifqi, dalam keterangannya di Jakarta.

Meski menyatakan dukungan, BEM PTNU memberikan sejumlah catatan yang harus menjadi perhatian pemerintah. Pertama, terkait pemberantasan korupsi, mahasiswa mendesak pemerintah agar konsisten dan tegas melawan praktik yang merugikan rakyat. Kedua, soal kesenjangan sosial dan kemiskinan, mereka menekankan pentingnya program ekonomi inklusif yang benar-benar dirasakan masyarakat kecil.

Selain itu, BEM PTNU juga menyoroti tingginya biaya pendidikan tinggi yang semakin sulit dijangkau. Mereka menegaskan bahwa negara perlu hadir memperjuangkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi generasi muda. Catatan terakhir berkaitan dengan krisis lingkungan, mulai dari perubahan iklim hingga kerusakan hutan, yang dinilai memerlukan langkah nyata dan berkelanjutan.

“Pidato Presiden Prabowo mewakili harapan generasi muda Indonesia agar dunia yang lebih damai, adil, dan beradab dapat terwujud. Namun, keteladanan di panggung internasional harus selaras dengan keberpihakan nyata pada rakyat di dalam negeri,” tegasnya.

Melalui sikap ini, BEM PTNU menegaskan dukungan sekaligus kritik konstruktif sebagai bentuk cinta tanah air dan tanggung jawab mahasiswa untuk mengawal perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Nurul Faizah

Publisher: Ahmad Rifa’i

Lembaga Media, Teknologi, Riset, dan Komunikasi Publik BEM PTNU Se-Nusantara