Jabar, BEM PTNU News- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Barat (BEM PTNU Wilayah Jabar) menyampaikan seruan boikot terhadap stasiun televisi Trans7 atas penayangan konten yang dinilai mendiskreditkan kiai sebagai figur moral, spiritual, dan kultural dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Dalam keterangan resminya, BEM PTNU Wilayah Jabar menilai tayangan tersebut telah menyinggung komunitas Nahdliyyin serta mencederai nilai etik dan moral bangsa yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap ulama. Bagi tradisi pesantren dan masyarakat Islam Nusantara, kiai memiliki peran sebagai penjaga keilmuan, keadaban, serta spiritualitas bangsa.
Ketua BEM PTNU Wilayah Jabar menegaskan bahwa seruan boikot ini merupakan bentuk kritik kultural dan etis terhadap media arus utama yang sering mengabaikan sensitivitas sosial dan religius dalam memproduksi konten.
“Media memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni sosial serta menghindari penyajian simbol keagamaan sebagai bahan hiburan. Ketika kiai direduksi menjadi objek olok-olok, yang terluka adalah tatanan nilai dalam masyarakat,” tegasnya.
BEM PTNU Wilayah Jabar juga mengajak seluruh jaringan mahasiswa PTNU di Indonesia untuk melakukan refleksi kritis terhadap peran media dalam pembentukan opini publik. Organisasi ini mendorong diterapkannya etika penyiaran yang berlandaskan nilai kebangsaan dan keagamaan. Mereka menilai praktik media yang abai terhadap kearifan lokal dan simbol religius dapat menimbulkan disintegrasi moral serta sosial di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, BEM PTNU Wilayah Jabar mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar meninjau secara serius tayangan dimaksud dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Tindakan tegas dari lembaga pengawas penyiaran dinilai penting untuk menjaga ruang publik yang sehat dan berkeadaban.
“Kiai adalah representasi moral bangsa. Menistakan mereka berarti merendahkan akar budaya serta spiritualitas Indonesia. Seruan boikot ini menjadi bentuk pendidikan publik agar media menghormati etika penyiaran,” tutupnya.
Melalui sikap ini, BEM PTNU Wilayah Jabar berharap muncul kesadaran kolektif di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, bahwa kebebasan berekspresi dalam media harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial, etika, dan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan.
Editor: Nurul Faizah
Publisher: Ahmad Rifa’i









Leave a Reply