Jakarta, BEM PTNU News- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) DKI Jakarta menyampaikan sikap tegas terhadap tayangan Trans7 yang dinilai melecehkan kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Tayangan tersebut dianggap melampaui batas kesopanan dan menyerang kehormatan lembaga pendidikan Islam yang memiliki kontribusi besar bagi peradaban bangsa.
Koordinator Wilayah BEM PTNU DKI Jakarta, Dede Fitriyanto, menegaskan bahwa tayangan tersebut mencerminkan bentuk penghinaan terhadap warisan intelektual dan spiritual yang dijaga para ulama serta santri selama bertahun-tahun.
“Trans7 telah melampaui batas dengan menayangkan narasi yang merendahkan sosok kiai dan pesantren. Tindakan ini menyakiti umat serta menunjukkan ketidakpahaman terhadap nilai luhur yang dijaga oleh tradisi pesantren,” tegas Dede, sapaan akrabnya.
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menilai media massa seharusnya berperan sebagai sarana edukasi dan pencerahan bagi masyarakat, bukan tempat untuk merendahkan simbol keagamaan yang dihormati oleh jutaan warga Nahdliyin.
Terkait insiden ini, BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada Trans7, di antaranya:
- 1. Menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka melalui kanal resmi, baik televisi maupun media sosial.
- 2. Melakukan sowan langsung ke Pondok Pesantren Lirboyo sebagai bentuk tanggung jawab moral dan penghormatan kepada para ulama serta keluarga besar pesantren.
- 3. Mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk turun tangan, mengevaluasi tayangan tersebut, dan memberikan sanksi tegas agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Kami tidak menginginkan konfrontasi, tetapi kami juga tidak akan tinggal diam. Permintaan maaf dan sowan ke Lirboyo merupakan langkah minimum yang harus ditempuh Trans7 untuk menunjukkan itikad baik,” ujar Dede.
Sebagai bentuk solidaritas, BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta mengimbau seluruh mahasiswa PTNU, alumni pesantren, serta masyarakat Nahdliyin untuk menghentikan sementara konsumsi konten dari Trans7 hingga ada penyelesaian yang jelas dan memuaskan.
“Ini tentang menjaga marwah pesantren dan mengingatkan media agar memahami bahwa ada nilai-nilai sakral yang wajib dihormati,” lanjutnya.
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata dari pihak Trans7, organisasi mahasiswa ini siap menempuh langkah lanjutan, termasuk menggelar aksi demonstrasi damai dan menjalin koordinasi dengan organisasi kemahasiswaan serta lembaga pesantren di seluruh Indonesia.
Editor: Nurul Faizah
Publisher: Ahmad Rifa’i










Leave a Reply