Dua Kader BEM PTNU Se-Nusantara Wakili Indonesia dalam Program JENESYS 2025 di Jepang

Dua kader BEM PTNU Se-Nusantara yang terpilih dan menjadi delegasi Indonesia pada program JENESYS Jepang.

Jakarta, BEM PTNU News- Dua kader muda Nahdlatul Ulama (NU), Achmad Baha’ur Rifqi dan Asyfia Zakiyah, resmi terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS) 2025. Keduanya akan berangkat ke Jepang pada 10-18 November 2025 untuk mengikuti program pertukaran pemuda bertema “Multicultural Coexistence Exchange” yang diinisiasi Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Center (JICE).

Achmad Baha’ur Rifqi, yang menjabat sebagai Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, akan mewakili Indonesia bersama Asyfia Zakiyah, Wakil Direktur Lembaga Fiqih Perempuan BEM PTNU Se-Nusantara. Keduanya dinilai mampu merepresentasikan semangat pemuda NU dalam membangun jembatan persahabatan antarbangsa serta mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan toleransi.

Program JENESYS 2025 merupakan bagian dari upaya Pemerintah Jepang mempererat hubungan persahabatan dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia. Melalui kegiatan ini, para peserta akan mengikuti serangkaian agenda di Tokyo dan Nagasaki, meliputi kunjungan ke lembaga pendidikan, dialog lintas budaya, hingga eksplorasi tradisi dan kehidupan masyarakat Jepang.

Selain itu, para peserta juga diwajibkan membuat rencana aksi dan menyebarluaskan pengalaman mereka melalui media sosial setelah program berakhir, sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan pemahaman antarbudaya dan promosi Jepang sebagai destinasi studi maupun kerja.

Achmad Baha’ur Rifqi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan tersebut. “Ini tidak hanya perjalanan akademik, tetapi kesempatan untuk membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dan wajah toleran NU di kancah internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Asyfia Zakiyah menilai program ini menjadi momentum penting bagi pemuda Indonesia, khususnya kalangan perempuan, untuk menunjukkan peran aktif dalam diplomasi kebudayaan. “Kami ingin menegaskan bahwa pemuda NU memiliki komitmen kuat terhadap perdamaian dunia dan kesetaraan lintas budaya,” ungkapnya.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, dengan pra-orientasi daring pada 4 November 2025. Program akan diisi dengan berbagai sesi pembelajaran mengenai politik, ekonomi, budaya, dan sejarah Jepang, serta kesempatan tinggal bersama masyarakat lokal (homestay) guna memperdalam pemahaman mengenai kehidupan sosial di Negeri Sakura.

Melalui keikutsertaan dua kader BEM PTNU Se-Nusantara ini, Indonesia diharapkan dapat semakin memperkuat peran pemuda dalam diplomasi budaya dan memperluas jejaring kerja sama antargenerasi muda lintas negara.

Penulis: Ahmad Rifa’i

Publisher: Ahmad Rifa’i

Lembaga Media, Teknologi, Riset, dan Komunikasi Publik BEM PTNU Se-Nusantara