Gubernur NTB Ajak Mahasiswa NU Bangun Kekuatan Sosial Berbasis Kemandirian Ekonomi

Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, Gubernur NTB, disaat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Mukernas BEM PTNU 2025 di Kampus I Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB). Jumat (05/12/25).

Lombok, BEM PTNU News- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan pemikiran mendalam mengenai pentingnya pemberdayaan ekonomi sebagai fondasi dakwah dan gerakan sosial. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa umat Islam membutuhkan kekuatan ekonomi yang kokoh agar mampu memberikan pengaruh luas di tengah kehidupan berbangsa.

Lalu Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa sejarah panjang peradaban menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kemandirian ekonomi dan kejayaan sosial. Ia menuturkan bahwa dakwah bukan hanya tentang lisan dan gagasan, tetapi juga kekuatan material yang menopang keberlanjutan gerakan.

“Pemberdayaan ekonomi adalah unsur penting dalam keberhasilan dakwah. Ketika umat memiliki daya ekonomi, maka suara mereka lebih didengar dan gerakan mereka lebih dihargai,” ungkapnya, dalam kegiatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) BEM PTNU bertajuk “Wujud Nyata BEM PTNU untuk Negeri.” Jumat (06/13/25).

Ia menambahkan bahwa kemandirian ekonomi memberi umat kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri, tanpa tekanan pihak luar. Dalam konteks mahasiswa, ia menilai bahwa pemahaman tentang ekonomi menjadi bekal penting untuk membangun kepemimpinan masa depan.

“Umat Islam akan memiliki kekuatan sosial yang lebih besar ketika mampu mandiri secara ekonomi. Kita memerlukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami strategi mengelola ekonomi,” jelasnya.

Dalam penyampaiannya, ia juga menyoroti peran mahasiswa PTNU sebagai calon pemimpin bangsa. Selain itu, ia menilai bahwa forum seperti Mukernas menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter dan wawasan generasi penerus.

“Saya yakin, yang duduk di depan saya ini akan ada yang menjadi pemimpin dan penentu kebijakan di suatu saat nanti,” katanya.

Menurutnya, kepemimpinan yang kuat lahir dari pemahaman mendalam tentang realitas sosial, ketegasan moral, dan kemampuan mengelola potensi ekonomi. mahasiswa NU memiliki peluang besar untuk memadukan nilai-nilai keulamaan dengan strategi pembangunan ekonomi modern.

“Kalian adalah generasi yang membawa dua kekuatan: tradisi yang kokoh dan semangat inovasi. Jika dua hal ini disatukan, maka bangsa akan melihat pemimpin yang berkarakter dan berdaya,” tambahnya.

Di sisi lain, ia juga mengajak para mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Perubahan ekonomi dunia bergerak cepat dan hanya dapat dihadapi oleh generasi yang siap belajar, siap berubah, dan siap mengambil peran di berbagai sektor strategis.

“Ekonomi masa depan membutuhkan pemimpin yang adaptif. Jangan berhenti belajar, jangan berhenti bergerak. Kalian akan menjadi penentu arah bangsa,” ucapnya.

Ia menutup arahannya dengan dorongan moral agar mahasiswa NU memanfaatkan forum nasional tersebut, untuk memperluas wawasan dan memperkuat komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi.

“Manfaatkan setiap pertemuan, setiap diskusi, setiap kerja sama. Dari sini lahir gagasan-gagasan yang akan membangun masa depan NTB, masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Rifa’i

Publisher: Ahmad Rifa’i

Lembaga Media, Teknologi, Riset, dan Komunikasi Publik BEM PTNU Se-Nusantara