Jakarta – BEM PTNU News Ketua Pengurus Pusat BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Se-Nusantara, Muhammad Ikhsanurrizqi, menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang mendukung penangkapan pendemo anarkis. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa tebang pilih, termasuk jika ada oknum aparat yang bertindak represif.
“Kalau hanya pendemo anarkis yang ditindak, lalu polisi yang anarkis gimana? Apakah mereka juga akan diproses? Penegakan hukum harus berlaku sama untuk semua pihak,” kata Ikhsanurrizqi, Kamis (28/8).
Ikhsan menekankan bahwa aksi demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang. Jika ada tindakan anarkis, penindakan harus dilakukan secara proporsional dan tidak menargetkan hanya satu pihak.
“Mahasiswa turun ke jalan karena ada keresahan. Kalau ada oknum yang anarkis, silakan diproses. Tapi jangan aparat yang represif dibiarkan begitu saja. Itu namanya standar ganda,” ujarnya.
BEM PTNU mendesak kepolisian menjaga marwah institusi dengan mengedepankan pendekatan humanis dan menghindari kekerasan berlebihan.
“Kalau demokrasi dibiarkan pincang, rakyat akan kehilangan kepercayaan pada negara. Kami akan terus mengawal isu demokrasi dan hak-hak sipil agar tidak digerus,” tegas Ikhsan.
Publisher : Akhmad Yaslim
Editor : Red










Leave a Reply