BEM PTNU Se-Nusantara Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Malang

Pengurus Pusat BEM PTNU Se-Nusantara menghadiri kegiatan Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, pada Sabtu (07/02/26) malam.

Malang, BEM PTNU News- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara turut menghadiri kegiatan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) atau Satu Abad NU. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu (07/02/26) malam.

Kehadiran BEM PTNU Se-Nusantara menjadi bentuk partisipasi aktif mahasiswa NU dalam menyemarakkan momentum bersejarah satu abad berdirinya organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Ratusan ribu jamaah dari berbagai daerah tampak memadati stadion untuk mengikuti rangkaian mujahadah dan doa bersama.

Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa NU dalam kegiatan tersebut merupakan wujud khidmah serta komitmen generasi muda dalam menjaga dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan para ulama.

“Keterlibatan kami dalam Mujahadah Kubro ini juga mencerminkan peran strategis mahasiswa NU sebagai bagian dari elemen penggerak organisasi. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai generasi penerus yang diharapkan mampu menjaga kesinambungan nilai, tradisi, dan kontribusi NU di tengah dinamika sosial dan kebangsaan,” kata Baha.

Menurut alumni Universitas Alma Ata Yogyakarta itu, mahasiswa NU memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk melanjutkan estafet perjuangan NU dengan tetap berpegang pada prinsip Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta nilai-nilai kebangsaan.

“Mahasiswa NU harus menjadikan Satu Abad NU sebagai titik tolak untuk memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat. NU telah membuktikan perannya dalam menjaga keutuhan bangsa, dan tugas generasi hari ini adalah melanjutkan perjuangan tersebut secara relevan dengan perkembangan zaman,” jelasnya.

Baha juga menegaskan bahwa Mujahadah Kubro memiliki makna spiritual yang mendalam bagi kader-kader NU, khususnya mahasiswa. Melalui doa dan munajat bersama, diharapkan NU senantiasa diberi kekuatan dalam menghadapi tantangan global serta tetap istiqamah memperjuangkan kemaslahatan umat dan bangsa.

“Mahasiswa NU harus terus menjaga nilai moderasi beragama dan komitmen kebangsaan yang menjadi ciri khas NU. Ini adalah warisan penting yang harus dirawat dan diperjuangkan oleh generasi muda,” ucapnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Baha berharap semangat Satu Abad NU dapat menjadi energi baru bagi mahasiswa NU di seluruh Indonesia, bahkan dunia, untuk terus berkhidmah, berkontribusi, dan menjaga marwah NU dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kami ingin NU tetap menjadi pilar penyangga persatuan bangsa. Mahasiswa NU harus berada di garda terdepan dalam menjaga Islam rahmatan lil ‘alamin, yaitu Islam yang ramah, toleran, dan berpihak pada kemaslahatan umat,” harapnya.

Reporter: Ahmad Rifa’i

Publisher: Ahmad Rifa’i

Lembaga Media, Teknologi, Riset, dan Komunikasi Publik BEM PTNU Se-Nusantara