Jakarta, BEM PTNU News- Pengurus Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU Se-Nusantara) menyampaikan hasil riset mengenai inovasi rehabilitasi lahan bekas tambang kepada Komisi XII DPR RI. Riset ini menyoroti pemanfaatan tanaman Indigofera dan pupuk organik dari sisa sampah MBG Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pemulihan lahan kritis yang berkelanjutan.
Kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan menjadi persoalan serius di berbagai daerah. Lahan pascatambang umumnya mengalami degradasi fisik dan biologis, kehilangan unsur hara, serta minim vegetasi penutup sehingga tidak produktif dan berisiko memperluas kerusakan ekosistem. Kondisi tersebut menuntut pendekatan pemulihan yang terukur, ilmiah, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Hasil riset BEM PTNU Se-Nusantara menunjukkan bahwa Indigofera memiliki potensi strategis sebagai tanaman pionir rehabilitasi. Tanaman leguminosa ini mampu bertahan pada tanah kritis, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan kandungan nitrogen melalui fiksasi biologis. Sistem perakarannya menembus lapisan tanah padat, membuka jalur air dan udara, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas mikroorganisme tanah.
Biomassa hasil pemangkasan Indigofera berperan penting dalam meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Dalam rentang waktu kurang dari satu tahun, kualitas tanah dapat meningkat hingga mampu menopang fase lanjutan berupa tanaman kehutanan, agroforestri, maupun pertanian rakyat. Pendekatan ini memastikan proses reklamasi berjalan dari pemulihan fungsi tanah hingga pemanfaatan ekonomi secara bertahap.
Di sisi lain, sisa sampah MBG terbukti mengandung unsur hara makro dan mikro yang berfungsi memperbaiki tekstur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, serta mendorong aktivitas biologis. Kombinasi penanaman Indigofera dan pemanfaatan pupuk organik MBG menjadi strategi terpadu yang ramah lingkungan dan relevan dengan prinsip ekonomi sirkular.
BEM PTNU Se-Nusantara menilai keberhasilan program ini membutuhkan pengawalan penelitian secara terstruktur, meliputi kajian awal kondisi lahan, uji efektivitas pupuk MBG, pemantauan pertumbuhan tanaman, pendampingan masyarakat, serta publikasi hasil sebagai dasar rekomendasi kebijakan. Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi kunci agar pemulihan lahan berjalan berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Melalui penyampaian hasil riset ini, BEM PTNU Se-Nusantara mendorong Komisi XII DPR RI dan Pemerintah Pusat untuk menjadikan pendekatan Indigofera dan pupuk organik MBG sebagai model kebijakan rehabilitasi lahan pascatambang. Pendekatan berbasis sains, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem sekaligus memperkuat tata kelola lingkungan hidup nasional.
BEM PTNU Se-Nusantara
Jakarta, 21 Januari 2026
Publisher: Ahmad Rifa’i










Leave a Reply