Sidoarjo– BEM PTNU News, Gelombang duka yang menyelimuti Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, akibat runtuhnya mushola pada 29 September, segera disusul oleh gelombang kegelisahan yang lebih besar: serangan narasi negatif dan tendensius terhadap dunia pesantren dan para Kiai.
Mencermati musibah di Al Khoziny yang disikapi media dengan framing fitnah tak berlandas, hingga puncaknya penayangan program “Xpose Uncensored” Trans 7 pada 13 Oktober yang secara vulgar mereduksi nilai luhur pesantren, Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Jawa Timur angkat bicara.
BEM PTNU JATIM menyatakan kecaman keras terhadap segala upaya yang mencoba merusak citra pesantren dan kiai melalui narasi yang tidak proporsional dan bias. Program Trans 7 dinilai gagal total memahami filosofi di balik tradisi pesantren:
Bukan Eksploitasi, Tapi Ta’dzim dan Barokah: Tindakan yang disorot—seperti santri berjalan jongkok mencari minuman, tradisi memberikan sumbangan (amplop), dan pengabdian (khidmah) santri layaknya tugas rumah tangga—bukanlah tanda eksploitasi, perbudakan, atau kontras kekayaan. Itu adalah ekspresi Ta’dzim (penghormatan) dan upaya mencari Barokah (keberkahan) dari guru, sebuah tradisi spiritual yang tak ternilai harganya.
Gagal Memahami Kedalaman Filosofi: Program media telah melakukan reduksi makna. Mereka melihat aksi fisik tanpa memahami dimensi spiritual dan pendidikan karakter di baliknya. Khidmah membentuk kemandirian, kerendahan hati, dan pengorbanan yang merupakan inti dari pendidikan ala pesantren.
Peran Strategis Kiai dan Pesantren Tak Tergantikan!
BEM PTNU JATIM menegaskan bahwa pesantren dan Kiai adalah Garda Terdepan dalam sejarah dan perjalanan bangsa ini.
Pilar Nasionalisme-Religius: Kiai telah membuktikan diri sebagai pembela negara. Konsep “Hubbul Wathan Minal Iman” (Cinta Tanah Air adalah Bagian dari Iman) adalah bukti nyata bahwa nilai keagamaan dan nasionalisme telah dipadukan dengan sempurna di lingkungan pesantren untuk membentuk karakter bangsa yang tangguh.
Penjaga Keutuhan Bangsa: Merekalah yang konsisten memupuk semangat cinta tanah air dan menjaga keutuhan bangsa. Mencoba merusak citra mereka sama artinya dengan mencoba merusak salah satu pilar utama identitas bangsa Indonesia.
Seruan BEM PTNU JATIM: Lawan Narasi Menyesatkan!
BEM PTNU JATIM mengajak seluruh elemen bangsa untuk:
Hentikan! Segera hentikan segala bentuk pemberitaan dan narasi yang tendensius, tidak berimbang, dan menyesatkan terhadap pesantren dan kiai.
Kritis! Jangan mudah terprovokasi oleh framing media yang bertujuan merusak citra. Pahami pesantren dengan kacamata kearifan lokal, bukan standar materialistik semata.
Dukung dan Apresiasi! Mari kita terus dukung dan apresiasi peran strategis pesantren dan kiai dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat sinergi antara nilai keislaman dan semangat kebangsaan demi Indonesia yang damai dan bermartabat.
Pesantren adalah Warisan Bangsa. Jangan Hancurkan Kepercayaan Kami Hanya Demi Rating dan Sensasi!
Kontributor : Sefty Hasan Husaini
Editor : Akhmad Yaslim










Leave a Reply